
Perubahan gaya hidup semasa pandemi tentu kerap menjadi tantangan bagi seluruh masyarakat, tak terkecuali kalangan orang tua. Pembelajaran jarak jauh sebagai gaya hidup baru membuat keterlibatan orang tua dalam memahami lebih dalam gaya belajar dan bersosialisasi anak pun semakin meningkat. Namun di saat yang bersamaan, kreativitas dan kemampuan motorik anak yang biasanya dipicu dengan aktivitas bermain di luar ruangan bersama rekan sebaya dan guru di sekolah kini terbatas.
Berkaitan dengan itu, kerap ditemui sejumlah hal yang menjadikan kendala dalam proses perkembangan anak, antara lain kurangnya waktu untuk bersosialisasi dan bereksplorasi dengan peer group nya, terlalu banyak screen time yang dihabiskan dengan perangkat elektronik, dan minimnya interaksi yang positif.
Menurut survei yang dilakukan oleh Surveymeter.org yang didukung oleh Knowledge Sector Initiative, diketahui bahwa layanan penyedia video daring YouTube tercatat sebagai sumber materi pendidikan yang mendominasi proses pembelajaran di rumah, dengan 60,2% pengguna merupakan kalangan orang tua, sedangkan media sosial menaruh persentase sebesar 25,4%. Hal ini menunjukan bahwa ketergantungan anak maupun orang tua terhadap perangkat elektronik guna mendapatkan informasi terkini juga semakin meningkat. Dengan memberikan panduan yang tepat seputar penggunaan gawai elektronik, orang tua bisa menyaring tayangan yang dapat disaksikan oleh anak; khususnya terkait konten-konten gaya hidup yang kurang positif dan konten yang tidak sesuai untuk anak- anak seperti kegiatan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, serta hal negatif lainnya.
Dengan demikian, kini saatnya bagi Anda, para orang tua, untuk lebih berperan pada perkembangan anak semasa dirinya berada di rumah saja saat ini! Guna memberikan pengawasan yang tepat sekaligus menyediakan ruang bagi anak untuk berekspresi secara maksimal ketika berada bersama anda di rumah, simak sejumlah kiat dari Tim Cegah Perokok Anak dalam memantau tahapan perkembangan anak, khususnya pada masa pandemi saat ini:
Pertama, orang tua dapat melibatkan diri dengan anak melalui permainan-permainan interaktif. Dengan bermain, orang tua dapat memberikan edukasi serta soft skill kepada anak melalui kegiatan yang mengasyikan. Permainan-permainan sederhana yang dapat dicoba bisa berupa permainan puzzle, bermain tebak kata, maupun permainan yang bersifat sensorial seperti bermain pasir menggunakan tangan atau menebak rasa. Sejumlah ide permainan tersebut juga bermanfaat untuk menstimulasi panca indera anak.
Kedua, Anda dapat menerapkan peraturan ringan dalam penggunaan gawai elektronik. Sejumlah tips yang dapat diterapkan adalah dengan meletakan perangkat elektronik seperti laptop, tab, maupun telepon selular dalam jangkauan pemantauan anda, seperti di ruang terbuka keluarga. Hal ini tentu menjadi solusi bagi para orang tua untuk dapat meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas anak secara online sehingga, anda dapat memberikan pemahaman kepada anak tentang konten-konten apa saja yang bermanfaat. Selain itu, Anda juga dapat merekomendasikan anak untuk tidak menyaksikan tayangan yang berpotensi untuk menjerumuskan pada pergaulan masa kini yang cenderung negatif, seperti kebiasaan merokok di usia muda, pergaulan bebas, dan judi online. Selain itu, memberikan waktu pemakaian gawai yang dibatasi juga dapat dicoba oleh orang tua, sehingga anak memiliki kesempatan untuk beraktivitas lain dan mengurangi screen time dengan gawai elektroniknya.
Ketiga, dengan banyaknya waktu yang dapat dihabiskan bersama anak di rumah, orang tua bisa menyempatkan untuk mengenal lebih jauh minat serta bakat anak melalui pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurunya saat bersekolah. Dengan mengetahui lebih dalam minat dan bakat anak, orang tua dapat mengarahkan anak pada aktivitas tambahan di luar jam sekolah yang dapat dilakukan bersama; seperti melukis bersama jika anak memiliki keterkaitan di bidang seni, atau mengendarai sepeda selepas aktivitas belajar online selesai.
Sejumlah tips tersebut merupakan alternatif yang dapat dicoba oleh Ayah-Bunda ketika sedang menghabiskan quality time bersama si buah hati di rumah. Dengan akses yang dimiliki oleh anak ketika bersekolah secara virtual, ayah dan bunda jangan lengah, ya! Informasi yang diakses oleh anak semestinya dapat menjadi sarana positif dalam tahapan perkembangan dirinya, meski tidak menutup kemungkinan anak juga terpapar tayangan gaya hidup yang kurang positif. Tapi jangan khawatir, dengan pengawasan yang tepat dan komunikasi yang baik, serunya belajar dari rumah semasa pandemi akan semakin terasa!
Sumber Gambar
Unsplash
